Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Dasco Respons Kritik Negara Tetangga Buntut Asap Karhutla

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco merespons kritik dari negara tetangga terkait karhutla. Dia menekankan pentingnya kerja sama ASEAN dan perlindungan lingkungan.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Dasco Respons Kritik Negara Tetangga Buntut Asap Karhutla
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat suara merespons kritik sejumlah negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia, terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga Sumatera.

Dasco mengaku mengikuti sejumlah kritik tersebut, baik yang disampaikan pemerintah maupun parlemen kedua negara. Menurut dia, pihaknya menghargai setiap kritik tanpa harus menerima semua penilaian.

"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," ujar Dasco dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Bagi pemerintah, kata Dasco, yang paling penting adalah melindungi warga terdampak, melaksanakan penegakan hukum, pemulihan lingkungan, dan tanggung jawab pelaku usaha.

Dasco menilai parlemen negara ASEAN harus mulai duduk bersama, bukan hanya dalam masa krisis. Menurut dia, negara-negara ASEAN harus bekerja sama dalam berbagai sektor, mulai pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.

"Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama," katanya.

Dia pada kesempatan itu sekaligus menyampaikan pidatonya dalam peringatan hari sumpah pemuda yang jatuh di hari yang sama 28 Oktober. Menurut Dasco, para pemuda kala itu memang tak sepakat dalam banyak hal, namun mereka sepakat pada satu hal yakni tanah air.

"Mereka tidak sepakat dalam segala hal, tetapi mereka sepakat tentang suatu yang lebih penting, tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa persatuan, Indonesia," katanya.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan memicu kabut asap di sejumlah negara termasuk Singapura dan Malaysia.

Indonesia telah mengerahkan berbagai upaya untuk memadamkan api mulai dari mengirim ribuan personel, water bombing, hingga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Teranyar, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menerima kunjungan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Kemlu RI, Jakarta, Selasa (27/10).

Vivian turut bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pekan lalu, Singapura juga merilis hasil investigasi yang menyebut 10 perusahaan di Indonesia diduga menjadi penyebab karhutla.

Kunjungan Vivian juga berlangsung kala hubungan Singapura dan Indonesia menjadi sorotan usai Jakarta memutuskan untuk menghentikan impor gas alam ke Singapura.

(thr/fra)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.