Jakarta -
Salah satu guru di SMKN 4 Malang ramai diperbincangkan lantaran diduga melakukan pelecehan verbal kepada siswi. Pihak sekolah hingga Dinas Pendidikan pun turun tangan atas peristiwa itu.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Seorang guru di SMKN 4 Malang diduga melakukan pelecehan verbal kepada siswi. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan turun tangan.
Jakarta -
Salah satu guru di SMKN 4 Malang ramai diperbincangkan lantaran diduga melakukan pelecehan verbal kepada siswi. Pihak sekolah hingga Dinas Pendidikan pun turun tangan atas peristiwa itu.
Guru yang mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sekaligus bertugas sebagai Koordinator Tata Tertib (Tatib) itu diduga melontarkan komentar bernuansa seksual saat memberikan arahan mengenai seragam sekolah. Guru tersebut diduga melontarkan komentar bernuansa seksual.
"Klambine ngapret-ngapret, putih, nerawang, terus jeroane pink. Dikira guru lanang-lanang iki gak seneng ta? Ya seneng asline (Bajunya ketat-ketat, putih, menerawang, terus dalamannya pink. Dikira guru-guru cowok ini nggak suka? Ya suka sebenanya)," kata salah satu siswi diansir detikJatim, Jumat (6/11/2026).
Sejumlah siswa merasa tidak nyaman dengan ucapan tersebut. Pengalaman itu kemudian menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah dan media sosial.
Kepala SMKN 4 Kota Malang Gunawan Dwiyono memastikan pihaknya tidak main-main dalam menyikapi pelanggaran etika di lingkungan institusinya. Guru tersebut dikatakan sudah dinonaktifkan.
"Iya, sudah kami nonaktifkan," ujar Gunawan kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan Cabang Kabupaten-Kota Malang dan Kota Batu, Frenky MDP, mengatakan tim masih melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Untuk sementara, guru PJOK itu tak ditempatkan di sekolah.
"Yang bersangkutan untuk sementara tidak ditempatkan di sekolah, melainkan ditarik dan dikaryakan di kantor cabang dinas terlebih dahulu," sebutnya.
"Dinas belum dapat menyampaikan keputusan atau kesimpulan pasti mengenai tuduhan yang ditanyakan karena proses penanganan masih berlangsung," ujarnya.
Baca selengkapnya di sini.
(dwr/yld)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.