JawaPos.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham menilai kritik yang disampaikan sesama anggota koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah. Menurutnya, kritik tidak semestinya menimbulkan keretakan di antara partai-partai pendukung pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Idrus menanggapi sorotan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum optimal dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Tiga menteri dari Partai Golkar turut menjadi perhatian Kamrussamad yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.
Menurut Idrus, kritik di lingkungan koalisi merupakan sesuatu yang lumrah. Namun, penyampaiannya harus dilandasi niat baik, objektivitas, fakta, kejujuran, serta rasa keadilan dengan tujuan memperkuat kinerja pemerintahan.
Idrus mengingatkan bahwa Presiden Prabowo kerap menggambarkan Indonesia sebagai rumah besar yang harus dijaga dan dibangun bersama. Karena itu, seluruh elemen koalisi semestinya memiliki semangat kekeluargaan, termasuk dalam memberikan masukan dan mengingatkan satu sama lain.
"Kalau kritikannya disampaikan dengan niat yang tulus, objektif faktual, jujur dan berkeadilan untuk memperkuat koalisi Merah Putih bagi suksesnya Pemerintahan Prabowo, maka penguatan itu semakin solid," kata Idrus kepada wartawan, Jumat (30/10).
Dia menegaskan kritik tidak boleh langsung dimaknai sebagai ancaman terhadap soliditas koalisi. Sebaliknya, evaluasi yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi pengingat bagi seluruh anggota koalisi untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan program Presiden Prabowo berjalan sesuai sasaran.
Idrus juga mengingatkan bahwa para elite dan tokoh yang berada dalam barisan koalisi pemerintahan pada dasarnya sudah saling mengenal. Hubungan tersebut mencakup rekam jejak, karakter, hingga perjalanan masing-masing dalam organisasi maupun politik.
Dia kemudian menyinggung hubungan Kamrussamad dengan Bahlil Lahadalia yang telah terjalin sejak keduanya aktif di organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Idrus mengaku juga mengenal Kamrussamad sejak lama. Bahkan, keduanya pernah berada dalam satu lingkaran kepemimpinan organisasi kepemudaan sebelum melanjutkan kiprah di dunia politik.