Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Wakil Ketua MPR RI Ibas dorong generasi muda Ponorogo kembangkan kreativitas dan potensi lokal untuk menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong generasi muda Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan potensi lokal sebagai peluang menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kemandirian ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Polorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, serta berbagai unsur masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Ibas menegaskan Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang besar, khususnya dari kalangan generasi muda. Potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan keterampilan, keberanian berinovasi, serta kemampuan membaca peluang ekonomi yang terus berkembang.

"Anak-anak muda kita tidak boleh hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah. Kita juga harus mulai berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan, membangun usaha, dan mengembangkan potensi yang ada di sekitar kita menjadi sumber penghasilan," ujar Ibas, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Menurut Ibas, tantangan mendapatkan pekerjaan formal saat ini semakin besar seiring dengan persaingan di tengah bonus demografi. Karena itu, generasi muda perlu memiliki alternatif dan kemampuan untuk membangun peluang ekonomi secara mandiri, salah satunya melalui pengembangan sektor ekraf.

Ibas menilai Kabupaten Ponorogo memiliki kekayaan potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Mulai dari seni dan budaya, industri perfilman, fotografi, kuliner, produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga potensi pertanian dan perkebunan.

Salah satu potensi unggulan yang disoroti Ibas adalah Reog Ponorogo yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Menurut Ibas, kekayaan budaya tersebut tidak hanya harus dijaga kelestariannya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber inspirasi dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Kalau kalian mencintai Reog dan kesenian Warok, promosikan kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia bahwa Reog berasal dari Ponorogo. Begitu juga dengan potensi kuliner, kopi, produk UMKM, hingga durian Ngebel," jelas Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim VII ini.

"Semua bisa dikemas menjadi konten kreatif yang menarik dan memiliki nilai ekonomi," sambungnya.

Ibas yang juga menaruh perhatian pada pengembangan industri kreatif, termasuk musik dan film, mengajak generasi muda yang memiliki minat di bidang perfilman, fotografi, dan industri digital untuk terus meningkatkan kemampuan.

Menurut Ibas, industri kreatif memiliki rantai ekonomi yang luas dan mampu membuka berbagai jenis pekerjaan. Dalam industri perfilman, misalnya, dibutuhkan penulis cerita, aktor, kameramen, editor, hingga berbagai tenaga pendukung produksi.

Sementara bidang fotografi dapat dikembangkan melalui jasa dokumentasi pernikahan, kegiatan masyarakat, maupun berbagai acara pemerintahan dan komunitas.

"Menjadi content creator (kreator konten) juga bisa menghasilkan pendapatan. Apalagi jika kita mampu menciptakan konten yang positif, menarik, dan memiliki nilai jual," ungkap Ibas.

"Kita harus mulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita, dari potensi yang ada di daerah sendiri," sambungnya.

Lebih lanjut, Ibas menekankan pengembangan ekraf membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat. Dukungan tersebut diperlukan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan keterampilan, promosi, serta perluasan akses pemasaran.

Ibas menyampaikan pemerintah perlu terus didorong agar menghadirkan kebijakan dan membuka peluang industri baru yang sesuai dengan kebutuhan serta karakter generasi muda. Dengan demikian, sektor ekraf dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ibas juga berpesan agar generasi muda mampu mengelola penghasilan secara bijak dan produktif. Ia mengingatkan agar uang yang diperoleh tidak digunakan untuk aktivitas negatif seperti perjudian maupun perilaku konsumtif yang tidak memberikan manfaat bagi pengembangan diri.

"Ketika memiliki uang, gunakan untuk memperkuat kemampuan, meningkatkan keterampilan, dan membangun masa depan," pesan Ibas.

"Jangan sampai apa yang kita miliki justru digunakan untuk kegiatan yang dapat merusak kehidupan kita sendiri," sambungnya.

Di hadapan para pelajar dan komunitas pemuda, Ibas turut mengingatkan pentingnya semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan pantang menyerah. Ia juga mengajak generasi muda Ponorogo untuk berani memiliki cita-cita besar, baik menjadi pengusaha, guru, dokter, kreator konten, seniman, maupun profesi lainnya.

Menurut Ibas, setiap cita-cita dapat diwujudkan melalui proses belajar, kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Menutup sambutannya, Ibas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan, kerukunan, dan keguyuban dalam membangun daerah.

"Ponorogo memiliki banyak potensi dan generasi muda yang luar biasa. Mari kita jaga kebersamaan, perkuat kreativitas, dan manfaatkan setiap peluang yang ada," kata Ibas.

"Kita ingin anak-anak muda Ponorogo semakin maju, mandiri, produktif, dan pada akhirnya semakin sejahtera," sambungnya.

Melalui pengembangan ekraf yang berkelanjutan, potensi budaya, SDM, dan kekayaan lokal, Ponorogo diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.

(hnu/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.