JawaPos.com – Putra Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengingatkan pentingnya menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu disertai landasan moral agar tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ilham dalam diskusi bertajuk The Legacy Relay 2026 di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (21/10). Ia menyebut nilai-nilai yang diwariskan sang ayah tetap relevan untuk menghadapi perubahan zaman, terutama bagi generasi muda.
"Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting. Tapi harus ada keseimbangan antara iman dan takwa. Imtek tanpa imtak akan berbahaya, begitu juga imtak tanpa imtek jadi kurang," ujar Ilham.
Bagi Ilham, warisan B.J. Habibie tidak hanya berkaitan dengan kiprahnya sebagai kepala negara dan tokoh teknologi. Pemikiran tentang penguasaan ilmu, kerja keras, dan keberanian berinovasi juga menjadi bekal penting bagi generasi penerus.
Perubahan Zaman Membuka Peluang Inovasi
Ilham menilai perkembangan zaman yang berlangsung cepat perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi dan kemauan menciptakan hal baru. Perubahan tidak semestinya hanya dianggap sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk menghasilkan karya dan solusi.
"Saat ini terjadi perubahan yang begitu cepat. Saya percaya di tengah setiap perubahan selalu ada kesempatan. Kita bisa menciptakan sesuatu yang baru untuk kita melangkah lebih jauh," katanya.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki potensi untuk berkembang. Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan usaha dan kerja keras agar dapat menghasilkan pencapaian nyata.
"Kita semua punya peluang dan punya potensi yang sama. Hanya saja, kita harus kerja keras," ujar Ilham.
Menurutnya, pencapaian besar juga tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi untuk meraih tujuan yang lebih jauh.
"Kita tidak harus memulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari sesuatu yang kecil," tuturnya.