Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Inovasi di SFT 2026, Dinding Lumut Pintar untuk Pantau Kualitas Udara hingga AI untuk Tunanetra

Dua inovasi berbasis teknologi dari Indonesia, AeroSpora dan NovaSight, menjuarai Samsung Solve for Tomorrow 2026, mengatasi polusi udara dan pendidikan tunanetra.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Inovasi di SFT 2026, Dinding Lumut Pintar untuk Pantau Kualitas Udara hingga AI untuk Tunanetra
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Dua inovasi berbasis teknologi karya anak muda Indonesia meraih juara pertama Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026. Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta menciptakan AeroSpora, satu dinding lumut pintar untuk membantu pemantauan kualitas udara. Lalu ada tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia mengembangkan NovaSight, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu siswa tunanetra belajar matematika secara mandiri.

Kedua inovasi tersebut berangkat dari persoalan nyata. Yakni polusi udara di perkotaan dan keterbatasan akses pembelajaran bagi penyandang tunanetra. Keduanya juga menunjukkan bagaimana teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan AI dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kompetisi SFT 2026, AeroSpora meraih juara pertama kategori SMA/SMK/MA. Sementara NovaSight menjadi pemenang kategori perguruan tinggi.

AeroSpora, Dinding Lumut Pintar untuk Memantau Polusi Udara

Tim BryotechAlpha mengembangkan AeroSpora sebagai upaya menggabungkan kemampuan alami lumut dengan teknologi digital untuk membantu mengatasi persoalan kualitas udara.

Inovasi ini dilatarbelakangi kondisi polusi udara di Jakarta. Tim mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 41 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Oktober 2026, sekitar 2,7 kali panduan harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 15 µg/m³.

PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini menjadi salah satu risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama di wilayah perkotaan dengan aktivitas kendaraan dan industri yang tinggi.

AeroSpora memanfaatkan lumut sebagai penyaring udara alami yang dilengkapi sensor untuk memantau suhu, kelembapan udara, kelembapan media tanam, dan kadar PM2.5 secara real-time.

Sistem berbasis AI juga digunakan untuk memprediksi risiko kekeringan lumut. Model Tiny Machine Learning (TinyML) yang berjalan pada mikrokontroler ESP32-S3 mengolah data sensor, kemudian mengaktifkan sistem pengabutan otomatis untuk menjaga kelembapan tanaman saat diperlukan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.