JawaPos.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i mendorong mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengambil peran strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal itu dilakukan melalui pemikiran kritis, kajian akademik, serta solusi yang berbasis data.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Closing Ceremony Konsolidasi Nasional III Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) PTKIN se-Indonesia di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus IV Tuntungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarmahasiswa PTKIN, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam merespons berbagai tantangan kebangsaan.
Mengusung tema Sinergi Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia: Menyatu dalam Narasi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045, konsolidasi nasional tersebut diharapkan melahirkan gagasan konstruktif dan mendorong kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat.
Wamenag menyatakan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat dinamika sosial atau menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
”Mahasiswa perlu membangun tradisi intelektual yang kuat dengan mengedepankan data, melakukan verifikasi informasi, serta menyusun rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” papar Wamenag Muhammad Syafi’i.
Pendekatan tersebut, lanjut dia, dinilai penting agar kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi.
Tapi juga mampu mengidentifikasi persoalan, menawarkan alternatif penyelesaian, dan mendorong perbaikan pelayanan publik.
Dengan kapasitas akademik yang dimiliki, menurut dia, mahasiswa PTKIN diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.