Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kemendes PDT Beri Penghargaan ke 9 Desa Berkinerja Baik Cegah Stunting

Kemendes PDT memberikan penghargaan kepada 9 Desa Berkinerja Baik dalam pencegahan stunting. Mendes Yandri menekankan pentingnya gizi untuk generasi masa depan.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Kemendes PDT Beri Penghargaan ke 9 Desa Berkinerja Baik Cegah Stunting
Foto: Detik

Jakarta -

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberikan penghargaan ke 9 Desa Berkinerja Baik (DBB) tahun 2026 dalam rangka konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S). Penghargaan diserahkan oleh Mendes PDT Yandri Susanto saat rapat koordinasi nasional P3S di The Mirah Hotel Bogor, hari ini.

Yandri mengatakan stunting menjadi kata kunci maju tidaknya bangsa Indonesia. Berdasarkan data persentase atas kasus stunting di Indonesia, saat ini angka stunting hampir menyentuh angka 20 persen.

Karena itu, Yandri menegaskan pencegahan dan percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan. Sebab, jika angka stunting masih tinggi, maka akan menjadi persoalan yang serius bagi bangsa Indonesia.

"Karena kan yang lahir atau ibu hamil akan melahirkan generasi baru, kalau misalkan generasi baru itu gizinya kurang, pertumbuhannya tidak sesuai dengan umurnya, kemudian secara IQ dan lain sebagainya tidak memenuhi untuk menjadi seorang generasi muda atau pemimpin bangsa, ya itu akan menjadi persoalan serius," ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut Yandri mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya keterlibatan kementerian/lembaga untuk melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting. Untuk itu, Kemendes PDT memperbolehkan dana desa digunakan untuk memberikan gizi kepada ibu hamil serta kepada anak-anak yang baru lahir guna mencegah stunting.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menggencarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara masif sebagai upaya untuk memberikan gizi serta mencegah stunting. Menurut Yandri, MBG bukan sekedar hidangan satu penyajian di meja makan, tapi juga menjadikan ekosistem ekonomi terbangun.

"Karena stunting salah satu persoalan dasarnya adalah kemiskinan, ketiadaan, ya kan. Nah maka untuk mengurai kemiskinan itu ya dengan Asta Cita Keenam, mesti kita kawal secara bersama-sama, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ungkap Yandri.

Yandri mengatakan pemerataan ekonomi saat ini telah dilakukan melalui MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Kemendes PDT juga memiliki berbagai program di Badan Usaha Milik Desa, desa tematik, desa wisata, desa ekspor dan lainnya, yang diharapkan bisa menjadi lokomotif ekonomi di desa.

Yandri optimistis pengembangan potensi desa dapat membangkitkan ekonomi desa sekaligus membantu mengatasi persoalan stunting. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan langsung kepada individu serta pembangunan sistem ekonomi desa secara menyeluruh dan terstruktur untuk mengentaskan kemiskinan.

"InsyaAllah dengan begitu maka angka kemiskinan bisa kita tekan atau bisa kita hilangkan, otomatis nanti stunting itu bisa kita juga hilangkan, kira-kira begitu cara konvergensinya. Maka hari ini kita melakukan semacam penghargaan atau apresiasi kepada desa-desa yang punya komitmen tinggi dan itu bisa dijadikan contoh untuk dalam hal konvergensi dan percepatan penurunan angka stunting," ucap Yandri.

"Nah mudah-mudahan dengan kegiatan ini motivasi atau keinginan desa-desa yang lain juga bisa ikut serta seperti desa-desa yang hari ini kita lakukan penghargaan bagi desa yang berkinerja baik dalam hal pencegahan dan penurunan angka stunting," sambungnya.

Sebagai informasi, 9 desa yang terpilih sebagai penerima penghargaan terbaik merupakan hasil penilaian terhadap pemerintah desa yang sukses mencegah serta mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya masing-masing. Berikut adalah 9 Desa peraih penghargaan Desa Berkinerja Baik tahun 2026:

1. Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta;
2. Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah;
3. Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten;
4. Desa Kahala, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur;
5. Desa Sakra Selatan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat;
6. Desa Barimbun, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan;
7. Desa Baobolak, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur;
8. Desa Melin Megikar, Kabupaten Merauke, Papua Selatan;
9. Desa Malamoja, Sorong, Papua Barat Daya.

(akd/akd)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.