Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Komisi III DPR Dorong Polri Ungkap Motif Penyadapan Presiden oleh Eks Kapolri Listyo

Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pejabat negara lainnya mengungkap kerentanan serius dalam sistem keamanan negara.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Komisi III DPR Dorong Polri Ungkap Motif Penyadapan Presiden oleh Eks Kapolri Listyo
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Kasus dugaan penyadapan atau akses ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara yang menyeret eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit cs menjadi peringatan keras.

Menurut Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan I Wayan Sudirta, kasus tersebut menunjukkan adanya ancaman serius dan Polri harus segera mengungkap motof para pelakunya

Apalagi Bareskrim Polri sudah mengungkap tiga orang tersangka. Yakni mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Menurut dia, sugaan keterlibatan para jenderal polisi aktif tersebut menunjukkan adanya skandal.

Karena itu, kasus tersebut harus diungkap sampai akar. Termasuk motif di balik penyadapan yang hingga kini masih belum terungkap.

Sebab, penyadapan itu bukan hanya ancaman serius bagi negara, melainkan juga memperlihatkan adanya kerentanan akan keamanan masyarakat secara luas.

”Jika seorang presiden yang merupakan simbol negara dan memiliki lapisan keamanan tertinggi saja bisa disadap oleh oknum penegak hukum, lalu bagaimana dengan nasib privasi dan keamanan masyarakat biasa. Ini adalah alarm keras bagi sistem keamanan kita,” kata dia pada Rabu (4/11).

Pengungkapan kasus oleh Bareskrim Polri harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat akan jaminan atas rasa aman.

Untuk itu, Sudirta menyatakan bahwa penanganan kasus tersebut tidak boleh hanya berhenti sampai pelaksana lapangan atau operator.

”Kita harus berani bertanya, siapa yang memesan? Siapa aktor intelektual di balik para perwira tinggi ini? Motifnya apa, apakah manuver politik, sabotase ekonomi, atau agenda lain yang merongrong wibawa negara? Negara tidak boleh kalah oleh segelintir oknum yang menyalahgunakan seragam dan kewenangannya,” imbuhnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.