Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

KPK Sita Uang Rp 2 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU

KPK sita uang Rp 2 miliar dari Bobby Rasyidin, Dirut PT KAI, terkait dugaan korupsi digitalisasi SPBU. Simak berita selengkapnya

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
KPK Sita Uang Rp 2 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai sekitar Rp 2 miliar dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin (BR).

Penyitaan tersebut dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.

Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik membenarkan adanya penyitaan uang tersebut. Namun, dia belum bersedia mengungkapkan secara terperinci mengenai asal-usul maupun keterkaitan uang tersebut dengan perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah.

"Iya betul penyidik sudah melakukan penyitaan," kata Achmad Taufik dikonfirmasi, Kamis (5/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang sekitar Rp 2 miliar tersebut diduga berasal dari tersangka Elvizar, pemilik PT Pasifik Cipta Solusi (PCS).

Dana itu disinyalir berkaitan dengan dugaan pemberian uang sebagai 'palang pintu' ketika proses pengadaan proyek digitalisasi SPBU berlangsung.

Dalam proses lelang proyek tersebut, Bobby juga dikabarkan pernah mengajukan atau membawa calon vendor agar dapat mengikuti pengadaan. Namun, dugaan keterlibatan dan aliran dana tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik KPK.

Taufik juga pernah mengungkapkan bahwa Bobby diduga telah mengetahui rencana proyek digitalisasi SPBU sejak tahap awal.

Nama Bobby disebut masuk dalam lingkup pertemuan sejumlah pihak sebelum proyek bernilai triliunan rupiah itu memasuki tahap pengadaan.

"Dia (Bobby Rasyidin) mengetahui awal mulanya proyek digitalisasi SPBU ini. (Proyek digitalisasi SPBU) ini digagas BP Migas dan Pertamina, untuk pemantauan stok BBM di SPBU secara real-time dan mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, disitu BR disitu," ucap Taufik beberapa waktu lalu.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.