JawaPos.com - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap adanya rencana perjalanan dinas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ke Jepang.
Informasi tersebut diperoleh Boyamin setelah mengetahui adanya pengajuan anggaran perjalanan dinas ke Jepang untuk Nusron pada pekan lalu.
Boyamin menduga, rencana perjalanan ke luar negeri itu berpotensi menjadi alasan bagi Nusron untuk kembali tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan rasuah di Kementerian ATR/BPN.Â
Terlebih, sebelumnya Nusron sudah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan perjalanan dinas.
"Pak Nusron Wahid akan bepergian ke Jepang. Dari mana ini didapat? Karena minggu kemarin sedang diajukan anggaran untuk dinas Pak Nusron Wahid ke Jepang," kata Boyamin kepada wartawan, Senin (2/11).
Boyamin mencurigai rencana perjalanan dinas tersebut dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu Nusron kembali dipanggil KPK.
Perjalanan dinas itu ditengarai akan kembali menjadi alasan Nusron untuk tidak memenuhi panggilan KPK.
"Maka potensi beliau akan mangkir lagi dengan alasan sedang dinas ke luar negeri, sebagaimana dulu mangkir dari panggilan KPK dengan alasan dinas ke Johor Baru, Malaysia, meskipun, ya, jalannya lucu, dari Singapura," tuturnya.
Boyamin juga mempertanyakan waktu pelaksanaan perjalanan dinas ke Jepang tersebut.
Menurut dia, pengajuan anggaran yang belum disertai kepastian jadwal keberangkatan justru menimbulkan dugaan bahwa perjalanan itu dapat disesuaikan dengan agenda pemanggilan KPK.