Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Menhan Minta Prajurit Yonif TP Kuasai Kemampuan Tempur-Pembangunan

Menteri Pertahanan Sjafrie menekankan pentingnya kualifikasi ganda bagi prajurit Yonif TP 840/GS untuk mendukung pembangunan daerah.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Menhan Minta Prajurit Yonif TP Kuasai Kemampuan Tempur-Pembangunan
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) terus mengasah kualifikasi ganda yang dimiliki.

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan peninjauan ke Kesatriaan Yonif TP 840/Golok Sakti (GS) di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (3/11).

Kemampuan itu adalah kualifikasi tempur dasar seperti menembak, bela diri, dan patroli, serta kemampuan teritorial pembangunan melalui kompi fungsional pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi.

"Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di seluruh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia harus dapat dioptimalkan untuk membantu Pemerintah Daerah dan mengatasi kesulitan warga di sekelilingmu," kata Sjafrie dalam keterangan tertulis.

Rangkaian kunjungan kerja Sjafrie di Yonif TP 840/Golok Sakti diawali dengan pertemuan bersama Bupati Lebak M. Hasbi Jayabaya beserta jajaran Pemerintah Daerah setempat.

Kemudian dilanjutkan dengan penerimaan paparan satuan dari Komandan Batalyon (Danyonif) TP 840/GS mengenai kesiapan pangkalan, sarana latihan, dan pengorganisasian prajurit.

Dalam pengarahannya, Sjafrie menegaskan keberadaan dan pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan di seluruh Tanah Air merupakan bentuk pelaksanaan amanat konstitusi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sebagai prajurit TNI, kalian lahir dari rakyat dan dibiayai oleh rakyat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi setiap prajurit untuk membalas jasa yang telah rakyat berikan kepada kalian," ujarnya.

Selain itu, ia juga menginstruksikan percepatan pembangunan sarana-prasara latihan menembak dan fasilitas pembinaan satuan agar prajurit selalu siap sedia bertugas, baik untuk membantu pembangunan daerah maupun pergeseran tugas pengamanan di wilayah strategis termasuk Ibu Kota Negara.

"Tetap jaga disiplin, pupuk persatuan tanpa membeda-bedakan suku dan agama, serta amalkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

(yoa/dal)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.