Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pemkot Surabaya Perkuat Edukasi Kontrasepsi Jangka Panjang Meski Capaian KB Penuhi Target

Masyarakat perlu memperoleh informasi yang tepat mengenai berbagai pilihan kontrasepsi. Dengan begitu, pasangan usia subur bisa menentukan metode yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Pemkot Surabaya Perkuat Edukasi Kontrasepsi Jangka Panjang Meski Capaian KB Penuhi Target
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Pemenuhan target program keluarga berencana (KB) di Surabaya belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pelayanan kesehatan reproduksi. 

Masih adanya pasangan usia subur yang khawatir menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang menjadi tantangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perencanaan keluarga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya Ida Widayati mengatakan, capaian program KB di Kota Pahlawan telah mencapai 100 persen dari target pemerintah pusat.

Namun, capaian tersebut perlu diimbangi dengan upaya memperluas jangkauan edukasi, khususnya mengenai metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP.

Menurut Ida, masih ada pasangan usia subur yang enggan menggunakan kontrasepsi seperti alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan implan. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran terhadap rasa sakit saat pemasangan.

“Capaian KB kita sudah memenuhi target, tetapi masih ada pasangan usia subur yang perlu kita jangkau. Karena itu, edukasi harus terus diperkuat, terutama mengenai penggunaan kontrasepsi jangka panjang,” kata Ida, Jumat (30/10/2026).

Dia menjelaskan, pemahaman tentang KB tidak cukup hanya sebatas mencegah atau mengatur jarak kehamilan. Perencanaan keluarga juga berkaitan dengan kesiapan ekonomi, kemampuan pengasuhan, hingga pemenuhan kebutuhan anak.

Karena itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang tepat mengenai berbagai pilihan kontrasepsi. Dengan begitu, pasangan usia subur bisa menentukan metode yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga.

“KB jangka panjang penting bagi pasangan usia subur untuk merencanakan jarak kehamilan, pola pengasuhan, serta kesiapan ekonomi keluarga. Karena itu, edukasi dan penggunaannya perlu terus kita dorong agar keluarga di Surabaya dapat lebih siap dan sejahtera,” ujarnya.

Persoalan edukasi dan keterhubungan masyarakat dengan layanan kontrasepsi tersebut turut menjadi perhatian The Challenge Initiative (TCI) Global Hub. 

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.