Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pengaruh Jokowi Dinilai Masih Kuat hingga 2029 di Tengah Kasus Ijazah

Pengaruh Jokowi dalam politik Indonesia tetap kuat meski tak lagi menjabat dan diganggu dengan kasus dugaan ijazah palsu.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Pengaruh Jokowi Dinilai Masih Kuat hingga 2029 di Tengah Kasus Ijazah
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai masih kuat dalam peta politik nasional meski tak lagi menjabat sebagai kepala negara hingga diganggu oleh kasus dugaan ijazah palsu.

Pengamat politik Iyyas Subiakto menilai pengaruh Jokowi bahkan masih sangat signifikan terhadap perjalanan politik putra sulungnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut dia, pengaruh tersebut berpotensi semakin besar apabila Jokowi mengambil posisi sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Sangat besar apalagi kalau pak Jokowi akan menjadi ketum PSI," kata Iyyas dalam keterangannya, Jumat (6/11).

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan Iyyas mengenai kemungkinan perkembangan politik ke depan, bukan konfirmasi bahwa Jokowi akan memimpin PSI.

Iyyas menyebut keterlibatan Jokowi dalam kepemimpinan partai, jika benar terjadi, dapat mempengaruhi dinamika persaingan politik nasional.

Sebab, pengalaman dan jaringan politik yang dimiliki Jokowi selama menjabat presiden juga dinilai masih relevan dalam proses regenerasi kepemimpinan.

Iyyas pun melihat Pemilu 2029 sebagai momentum penting bagi transisi antargenerasi sekaligus transformasi politik Indonesia.

"Ini momentum masa transisi antar generasi dan transformasi," ujarnya.

Menurut Iyyas, pergantian generasi kepemimpinan semestinya tidak sekadar menjadi perpindahan figur, tetapi juga diikuti pembaruan dalam penyelenggaraan negara. Hal itu diperlukan agar kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar kekuasaan yang diperoleh melalui pemilu tidak digunakan untuk mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

"Setelah menang pemilu atau Pilpres mereka adalah pegawai rakyat," ucap Iyyas.

Dengan demikian, besarnya pengaruh Jokowi dalam politik mendatang tidak hanya berkaitan dengan posisi dan jaringan politik yang dimilikinya, tetapi juga bagaimana pengaruh tersebut akan berperan dalam proses regenerasi kepemimpinan menuju 2029.

Dinamika konsolidasi partai politik, respons masyarakat, serta kinerja para figur yang mendapat dukungan Jokowi akan menjadi faktor yang turut menentukan seberapa besar pengaruh mantan presiden tersebut dalam peta politik nasional.

(dis/dal)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.