SUKOHARJO, iNews.id — Proses penggeledahan sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Sukoharjo oleh aparat kepolisian mendadak menuai sorotan publik. Pihak pengurus ponpes mengungkapkan adanya tindakan intimidasi dalam penggerebekan tersebut, di mana para santriwati disebut sempat ditarik keluar dan ditodong senjata laras panjang oleh aparat Brimob.
Berdasarkan keterangan pihak pengurus, penggerebekan yang melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap dan puluhan anggota kepolisian dari Polda Jawa Tengah serta Polres Sukoharjo itu bermula pada dini hari. Aparat awalnya mendatangi lokasi dan mengetuk pintu pondok ketika para santriwati masih tertidur.
Karena tidak ada yang membukakan pintu dalam waktu cepat, petugas akhirnya mendobrak pintu utama. Sontak, para santriwati yang terbangun dalam kondisi kaget dan belum mengenakan pakaian serta jilbab yang semestinya langsung berusaha bersembunyi di kamar ustazah. Namun, pintu kamar tersebut turut didobrak hingga hampir rusak. Saat itulah para santriwati ditarik keluar dan diintimidasi dalam kondisi belum mengenakan jilbab.