Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Penyebab Langit Merah Jambu Jakarta Kemarin Sore, Ada Terkait Polusi?

Fenomena langit pink di Jakarta pada 27/10 disebabkan oleh pembiasan cahaya saat matahari terbenam, bukan polusi. Kualitas udara tetap terkendali.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Penyebab Langit Merah Jambu Jakarta Kemarin Sore, Ada Terkait Polusi?
Foto: Detik

Jakarta -

Viral sebuah foto memperlihatkan kondisi langit Jakarta berwarna pink pada Selasa (27/10) sore. BMKG menjelaskan hal itu akibat pembiasan dan penghamburan cahaya.

Direktur Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Marjuki, mengatakan fenomena itu terjadi saat menjelang matahari terbenam. Di mana posisi matahari yang berada di sudut rendah memaksa berkas sinar menempuh jarak atmosfer yang jauh lebih panjang sebelum mencapai mata.

Kemudian spektrum cahaya biru dengan gelombang pendek mengalami penghamburan lebih awal, sehingga menyisakan spektrum cahaya merah dan jingga dengan gelombang lebih panjang. Pada saat bersamaan, tingginya kelembapan udara dan keberadaan lapisan partikel halus di atmosfer bertindak layaknya layar pantul raksasa.

"Lapisan di atmosfer atas ini menyebarkan kembali cahaya merah dan jingga ke segala arah. Ketika pendaran cahaya merah tersebut berpadu dengan sisa bias cahaya biru di langit atas, spektrum yang tertangkap oleh mata tampak sebagai gradasi merah muda hingga lembayung," kata Marjuki, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, BMKG mengatakan kondisi kualitas udara di Jakarta tetap terkendali. Menurut BMKG, warna visual langit pada ketinggian tertentu tidak dapat dijadikan tolok ukur langsung atas kualitas udara yang dihirup masyarakat di permukaan tanah.

"Berdasarkan data pemantauan konsentrasi partikulat PM2.5 oleh BMKG di Stasiun Kemayoran pada saat fenomena berlangsung, tercatat angka berkisar antara 30 hingga 39 µg/m³, berada dalam kategori sedang," katanya.

"Angka pengukuran tersebut relatif stabil, bahkan tercatat lebih rendah dibandingkan konsentrasi pada pagi hari. Hal ini menegaskan bahwa pendaran warna merah muda tersebut murni hasil interaksi optik di lapisan atas atmosfer, bukan dipicu oleh lonjakan polusi ekstrem di permukaan tanah," katanya.

Masyarakat diimbau tetap beraktivitas secara wajar dan tidak terpengaruh oleh kabar yang mengkhawatirkan.

(yld/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.