JawaPos.com - Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Turmudi mengingatkan kepada seluruh polantas yang bertugas di lapangan agar menjaga sikapnya. Tidak boleh melakukan tindakan arogan selama Operasi Patuh 2026.
Turmudi mengatakan, petugas harus bersikap humanis saat berjumpa masyarakat. Sikap ini menunjukan profesionalitas selama bertugas.
“Pastikan seluruh personel di lapangan mengedepankan pelayanan, sikap santun dan tidak arogan, sehingga kehadiran Polantas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Turmudi kepada wartawan, Kamis (29/10).
Menurutnya, pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tidak hanya berfokus pada penegakan aturan lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik selama berkendara maupun saat berinteraksi dengan petugas.
Oleh karena itu, petugas dalam memberikan teguran, imbauan, dan edukasi menunjukan sikap simpatik dengan tetap mengedepankan profesionalisme. Sikap santun dan komunikatif dinilai penting untuk membangun kedekatan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polantas.
Melalui pendekatan tersebut, Korlantas Polri ingin memastikan kehadiran petugas bukan sekadar melakukan pengawasan dan penindakan, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, serta manfaat nyata bagi pengguna jalan.
Operasi Patuh 2026 diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas sekaligus memperkuat hubungan positif antara Polantas dan masyarakat demi mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Operasi Patuh 2026 Berlangsung hingga 8 November
Korlantas Polri bakal menyelenggarakan Operasi Patuh mulai 26 Oktober hingg 8 November mendatang. Dalam operasi tersebut, Korlantas mengedepankan pelayanan masyarakat sebagai wujud semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin menekankan keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Melainkan juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas serta terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya.
”Operasi ini harus mampu membangun kesadaran hukum masyarakat. Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” tegas Aries.
Brigjen Aries menyatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan makna nyata melalui edukasi, pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum yang humanis. Dia menekankan hal itu kepada seluruh Dirlantas Polda dan Kasatlantas Polres melalui rapat virtual pada Jumat (23/10).