JawaPos.com - Martha Amalia Iflahah, 34, mengetahui suaminya Dwi Bagus Martono atau DBM, 30, membeli mesin pencacah.
Namun, tidak pernah bertanya tujuan membeli barang tersebut. "Jadi, beli mesin pencacah itu saya tahu juga mesin pencacah itu datang, ada dua temannya yang membantu menurunkan, tetapi saya juga tidak tanya itu untuk apa, bagaimana penggunannya," kata Martha saat konferensi pers di Kota Madiun, Senin (2/11).
Kemudian, ketika mesin pencacah hendak dijual, Martha mengaku juga mempersilahkan orang yang akan mengambil barang tersebut.
"Kemudian pada saat mesin pencacah itu dibawa keluar juga saya membukakan pintu juga orang yang dimintai tolong untuk untuk membawa alat itu keluar begitu. Saya pun menawari kopi di situ pembuatan kopi juga tapi saya kemudian ke dalam lagi," jelasnya.
"Kalau alasan mesin itu dibeli untuk apa? Mau Oh, saya tidak tanya untuk apa? Jadi saya hanya sebatas tahu mesin pencacah itu ada tapi kegunaannya untuk apa," tambahnya.
Kemudian, Martha juga mengetahui adanya cerobong yang dibangun di belakang rumah. Namun, lagi-lagi perempuan yang berprofesi sebagai guru itu tidak pernah bertanya. Dia pun mengira untuk pembakaran sampah
"Saya tahu cerobong itu dibuat (untuk apa,Red), karena kan memang ada tukang yang datang di situ dan saya juga kenal dengan tukangnya. Jadi ya mau bikin apa cerobong untuk sampah ya sudah hanya sebatas itu," katanya.
Di mata Martha, Dwi Bagus memang dikenal suka bersih-bersih di belakang rumah sehingga aktvitasnya tidak pernah dicurigai.