Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Sempat Dirawat, 1 Korban Ledakan di Pasar Cimanggis Meninggal di RS

Korban tewas akibat ledakan di Pasar Cimanggis bertambah menjadi tiga. Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan dan memastikan bukan bom.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Sempat Dirawat, 1 Korban Ledakan di Pasar Cimanggis Meninggal di RS
Foto: Detik

Tangerang Selatan -

Polisi mengungkap korban tewas di ledakan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah satu orang. Korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kita menyampaikan bela sungkawa terhadap korban yang beberapa hari dirawat, kemarin Selasa meninggal dunia. Kita menyampaikan empati," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

Dengan demikian, total ada tiga orang korban tewas akibat ledakan tersebut. Budi mengatakan pihaknya masih mendalami insiden tersebut.

"Ini masih proses didalami. beri ruang kepada teman-teman Ditreskrimum untuk mendalami sebab akibat karena pemeriksaan dari Labfor Mabes Polri," ujarnya.

Ledakan terjadi pada Rabu (14/10) malam sekitar pukul 18.15 WIB. Ledakan bersumber dari salah satu ruko di pasar tersebut. Hasil penyelidikan menemukan adanya tabung gas etilen 52 kilogram serta selang untuk menyalurkan gas ke ruang ripening untuk mematangkan buah pisang.

Kelalaian Diusut

Polisi masih mendalami apakah ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan ada unsur kesengajaan atau kelalaian.

"Ini masih dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya apakah ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian. Ini pasti akan kami sampaikan kembali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto seusai apel di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Budi memastikan ledakan di Pasar Cimanggis itu bukanlah bom. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil Laboratorium Forensik Polri untuk mengetahui lebih jelas awal mula penyebab ledakannya.

"Kita yakini bahwa hasil dari tim Jihandak Satbrimob Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada bom, bukan bom dan bukan bahan peledak. Saat ini kita masih menunggu hasil Laboratorium Forensik tentang gas," jelasnya.

"Apakah itu gas LPG ataupun gas etilen yang menyebabkan terjadinya ledakan ataupun kebakaran," imbuh dia.

(wnv/mea)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.