Jakarta -
Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh mendeklarasikan ikrar untuk menjaga persatuan Indonesia sekaligus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menyatakan siap menggerakkan massa buruh apabila ada upaya menggulingkan pemerintahan Prabowo.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk seruan kepada seluruh buruh dan masyarakat agar menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, pergantian kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme demokrasi dan konstitusi.
"Hari ini Koalisi Serikat Pekerja, Serikat Petani, Guru dan Tenaga Honorer, Komunitas Nelayan, Kaum Perempuan, dan Partai Buruh yang bergabung di KSPPB mengadakan aksi deklarasi ikrar dengan tema Jaga Persatuan Indonesia dan Jaga Presiden Prabowo Subianto," kata Said Iqbal di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026).
Said Iqbal menegaskan Presiden Prabowo telah terpilih melalui proses demokrasi yang sah. Karena itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu menghormati hasil pemilihan tersebut hingga masa jabatan berakhir pada 2029.
Dia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari kekerasan, fitnah, hingga penyebaran berita bohong yang berpotensi memecah belah bangsa. Said menyebut penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap diperbolehkan selama dilakukan sesuai aturan dan tidak berujung kerusuhan.
"Demonstrasi diperbolehkan, tapi tidak boleh rusuh, merusak, bakar-bakaran," ujarnya.
Said kemudian menjelaskan alasan kelompok buruh dan petani menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo. Dia menilai sejumlah kebijakan pemerintah sejalan dengan perjuangan kaum pekerja, terutama terkait perlindungan pekerja rumah tangga, reforma agraria, dan perlindungan ketenagakerjaan.
Menurut Said, kebijakan tersebut mencerminkan upaya melawan neoliberalisme dan memperkuat ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. Dia juga menyinggung kebijakan pembatasan pekerjaan alih daya atau outsourcing serta kenaikan upah minimum yang disebutnya menjadi alasan buruh berada di belakang pemerintahan Prabowo.
"Secara ideologi, apa yang diperjuangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sama dengan perjuangan kaum buruh," tuturnya.
Lebih lanjut, Said mengatakan pihaknya dapat menggerakkan anggota serikat pekerja yang tersebar di berbagai daerah apabila muncul upaya yang dinilai mengancam pemerintahan Prabowo. Dia menyebut jaringan serikat buruh memiliki anggota di sejumlah kabupaten dan kota.
"Kami bisa gerakkan di setiap kabupaten/kota ada pabrik-pabrik yang menjadi anggota kami. Kami bisa melawan dengan setiap saat keluar dari pabrik-pabrik untuk menjaga bilamana ada kerusuhan, bilamana ada kepentingan asing membuat kerusuhan, bilamana ada oknum-oknum ingin membuat kerusuhan," jelasnya.
Meski demikian, Said menegaskan seruan tersebut bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi. Dia menyebut buruh tetap akan melakukan demonstrasi dalam memperjuangkan kepentingannya, termasuk terkait tuntutan kenaikan upah.
"Kami pun demonstrasi, unjuk rasa, nggak ada masalah, tapi untuk membangun bangsa welfare state," tuturnya.
Said menambahkan deklarasi tersebut menjadi awal dari seruan yang akan disampaikan kepada buruh di seluruh Indonesia. Dia juga mengajak kalangan pemuda dan mahasiswa menjaga persatuan serta menyampaikan kritik melalui jalur konstitusional.
"Kali ini kami tunjukkan secara terbuka. Pasti ada pro-kontra, bagi kami tidak penting, yang penting adalah persatuan Indonesia," imbuhnya.
(bel/ygs)