Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ajak Warga Jaga Persatuan

Gubernur Jateng ajak masyarakat jaga persatuan pasca penggeledahan lembaga pendidikan. Ia instruksikan pendampingan untuk santri agar hak pendidikan terjaga.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ajak Warga Jaga Persatuan
Foto: Detik

Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat menjaga persatuan dan ketenteraman menyikapi kasus penggeledahan lembaga pendidikan keagamaan Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo. Ia meminta warga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi secara resmi.

Masyarakat diimbau menyikapi perbedaan dengan semangat tepa selira dan gotong royong agar wilayah Jawa Tengah tetap kondusif.

"Kondusivitas wilayah ini bukan berarti tidak ada perbedaan, sebab perbedaan adalah alat perekat untuk persatuan," kata Luthfi pada keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2026).

Luthfi mengingatkan masyarakat agar menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin dan tetap menjaga sikap santun. Ia menegaskan sangat tidak ingin ada konflik horizontal yang terjadi di wilayah pimpinannya. Pihaknya mengaku prihatin dan berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan baik.

Sebagai bentuk perhatian penuh, ia telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah. Tim tersebut diterjunkan langsung untuk mendampingi para santri agar hak pendidikan dan perlindungan mereka tetap terpenuhi.

"Sudah saya perintahkan DP3AKB untuk berangkat ke sana untuk melakukan evaluasi dan asistensi," ujar Luthfi.

Pendampingan di lapangan dilaporkan telah dilakukan sebanyak dua kali oleh tim dari pemerintah provinsi. Dari penanganan tersebut, tim berhasil mengidentifikasi belasan santri yang membutuhkan perhatian khusus agar aktivitas belajar mereka tidak terganggu. Pemprov Jateng berkomitmen penuh memastikan seluruh anak tetap mendapatkan hak pendidikan dasarnya.

"Tidak boleh ada anak-anak kita yang sampai tidak bisa belajar dan tidak mendapatkan pendampingan manakala lembaganya terjadi permasalahan," tegasnya.

Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis. Upaya ini sangat krusial agar anak-anak terdampak tidak mengalami trauma berkepanjangan.

(anl/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.