Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir, Disdik Siapkan Langkah Ini

Disdik Depok menyiapkan langkah jangka pendek dan menengah untuk mencegah banjir kembali merendam SMPN 2 Depok.

Liputan 6 3 menit baca 0 komentar
SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir, Disdik Siapkan Langkah Ini
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah banjir kembali merendam SMPN 2 Depok. Rencana tersebut disusun setelah Disdik meninjau langsung kondisi sekolah dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan adanya sejumlah faktor yang menyebabkan banjir di sekolah tersebut, salah satunya luapan air sungai.

"Memang ada luapan air sungai yang posisinya lebih tinggi," ujar Wahid saat ditemui Liputan6.com, Rabu (28/10/2026).

Selain luapan air sungai, Disdik Kota Depok menemukan penyempitan pada outlet saluran air yang terhubung dengan jalan raya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdik bersama DPUPR telah membahas langkah penanganan dalam jangka pendek dan menengah.

"Diambillah tadi langkah jangka pendek dan jangka menengah," terang Wahid.

Wahid menjelaskan, penanganan jangka pendek akan dilakukan dengan menerapkan metode backflow di SMPN 2 Depok. Metode ini bertujuan mencegah air dari saluran meluap dan masuk ke lingkungan sekolah.

"Jadi kita akan membuat backflow seperti katup air yang menahan sehingga luapan air saluran tidak memasuki SMPN 2 Depok," jelas Wahid.

Sementara itu, penanganan jangka menengah akan dilakukan DPUPR Kota Depok melalui normalisasi outlet saluran air yang berada di dekat Puskesmas Depok Jaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran dalam menampung debit air saat hujan deras.

"Tapi dalam jangka pendek kita akan menyelamatkan dulu sekolah supaya tidak ada air yang masuk dengan metode backflow," ucap Wahid.

Wahid menambahkan, pengerjaan metode backflow akan segera dilaksanakan. Disdik menargetkan upaya tersebut rampung pada akhir 2026.

"Targetnya November atau Desember sudah selesai sehingga tidak ada lagi kejadian seperti sekarang," ungkap Wahid.

 

Banjir di SMPN 2 Depok

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Depok kembali menyebabkan SMPN 2 Depok terendam banjir setinggi 30 sentimeter pada Selasa (27/10/2026).

"Memang sudah sejak lama (banjir). Sudah ada setengah sampai dua tahunan," kata Kepala SMPN 2 Depok, Suharno kepada wartawan.

Suharno menjelaskan, banjir terjadi akibat luapan kali di dekat sekolah yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras. Kondisi tersebut diperparah oleh penyempitan badan kali serta dugaan pendangkalan saluran air di sekitar Puskesmas Depok Jaya.

"Ketika air mungkin sudah banyak di dalam saluran, maka meluap karena saluran kurang lancar. Apalagi di gorong-gorong itu tersumbat bermacam-macam sampah," ungkap dia.

"Ini masuk ke ruang-ruang kelas maupun ruang kantor. Bahkan ruang saya, kantor saya juga tadi sudah banjir," sambungnya.

Suharno berharap pemerintah segera memperbaiki penyempitan kali dan saluran air di sekitar sekolah. Menurut dia, pelebaran saluran diperlukan agar kawasan sekolah lebih aman dari banjir saat hujan deras.

"Kita ingin ada pelebaran, paling tidak pengontrolan gorong-gorong saluran air," ungkap dia.

 

Kegiatan Belajar Siswa

Meski banjir merendam sekolah, kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Depok tetap berlangsung. Sejumlah siswa juga dilibatkan dalam penanganan darurat, seperti membersihkan area sekolah, sebagai bagian dari pembelajaran mitigasi bencana.

"Saat banjir masih belajar mengajar, ini sebagian ikut saya libatkan untuk bersih-bersih sebagai sebuah pembelajaran, mitigasi," klaim Suharno.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.