Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Lestarikan Alam

Wagub Jateng Taj Yasin memimpin penanaman 500 pohon buah di Gedongsongo, mengajak generasi muda untuk menjaga kelestarian lingkungan dan konservasi air.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Lestarikan Alam
Foto: Detik

Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menghadiri kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian acara '1001 Tenda, 1001 Alasan' di kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, hari ini.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 pohon buah ditanam di Blok F kawasan Gedongsongo. Penanaman melibatkan mahasiswa, pelajar, siswa pecinta alam (Sispala), serta relawan penggiat lingkungan.

Dalam sambutannya, Taj Yasin mengajak generasi muda untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah dapat dilakukan melalui aksi penanaman pohon produktif yang manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Ia berharap tanaman buah yang ditanam hari ini tidak hanya mendukung kelestarian ekosistem, tetapi juga bermanfaat bagi generasi penerus.

"Yang kita tanam ini juga tanaman-tanaman buah yang menghasilkan untuk keturunan kita, untuk penerus kita. Maka ini harus kita jaga," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Taj Yasin mengungkapkan kegiatan konservasi seperti ini perlu terus digalakkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan dan upaya menjaga keberlangsungan tanaman yang telah ditanam.

Selain penanaman pohon, Taj Yasin juga berpesan agar momentum kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan). Gerakan tersebut mendorong setiap rumah memiliki sumur resapan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan air tanah dan meningkatkan daya serap air hujan.

Ia menyebut penerapan gerakan tersebut telah dilakukan di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Hasilnya pun mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Menurut Taj Yasin, pengalaman tersebut perlu disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya konservasi air melalui langkah sederhana di lingkungan masing-masing.

Ia berharap kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan relawan lingkungan di Gedongsongo ini juga dapat menjadi ruang untuk mengomunikasikan sekaligus menyosialisasikan gerakan tersebut kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa Tengah, Arifin mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari berbagai komunitas, pelajar, mahasiswa, dan relawan penggiat alam.

Arifin menjelaskan penanaman pohon buah dipilih berdasarkan arahan dan kesesuaian kondisi kawasan dari Perhutani. Selain mendukung penghijauan, tanaman buah diharapkan dapat menjadi sumber pakan bagi satwa, khususnya monyet ekor panjang, sehingga membantu mengantisipasi gangguan satwa terhadap lingkungan sekitar.

Pada kesempatan ini, Arifin mengapresiasi antusiasme ratusan peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi berbagai komunitas menjadi bukti tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap upaya menjaga lingkungan.

Setelah penanaman pohon, rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan dengan pembersihan kawasan sebelum para peserta melakukan pembongkaran tenda.

Di sisi lain, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Oktea mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, ia bersama ratusan peserta bisa mendapatkan berbagai materi tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Oktea pun berpesan kepada para Generasi Z agar menjaga lingkungan dengan mengelola sampah dengan baik. (akd/akd)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.