Jakarta -
Polisi mengungkap ulah para gangster yang terlibat dalam aksi tawuran maut di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Mereka biasanya menyiarkan aksi tawuran secara langsung melalui medsos atau live streaming.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Polisi mengungkap ulah para gangster yang terlibat tawuran Jakbar. Mereka biasanya menyiarkan aksi tawuran secara langsung melalui medsos atau live streaming.
Jakarta -
Polisi mengungkap ulah para gangster yang terlibat dalam aksi tawuran maut di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Mereka biasanya menyiarkan aksi tawuran secara langsung melalui medsos atau live streaming.
"Tujuannya adalah mereka melakukan live studio live video untuk tujuan-tujuan tertentu dan meng-upload setiap kegiatan-kegiatan, setiap kejadian-kejadian, setiap pembantaian dan pembacokan mereka upload di Instagram yang ada di mereka pegang sebagai adminnya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Sebagai informasi, tawuran itu melibatkan empat gangster sekaligus yakni geng Popeye, Batavia, Bonsai dan geng Samudra. Tawuran itu sendiri pecah berawal dari ajakan melalui media sosial, dengan berbagai macam kode mulai dari 'berangkat' hingga 'serang'.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan menambahkan aksi tawuran disiarkan langsung (live streaming). Motifnya, kata Edy, hanya sekadar eksistensi gangster mereka.
"Kemudian live di media sosial, kemungkinan untuk apa, motifnya untuk jati diri, kemudian juga mendapatkan pengakuan gitu ya, uang mungkin ya dari itu ya, dari media sosialnya untuk live itu ya," tuturnya.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (26/10) pukul 03.15 WIB. Polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.
Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.
Polisi menangkap 19 orang terkait tawuran di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Mereka memiliki peran berbeda, dari 'kapten' atau pemimpin gangster hingga admin medsos yang mengumbar tantangan tawuran.
"Yang ada di sini adalah pelaku yang dewasa 7 orang, dan mereka yang memimpin pasukan tersebut, tawuran tersebut. Kemudian kita juga mengamankan 12 anak-anak," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi kepada wartawan, Rabu (28/10).
Di antara para pelaku, ada tiga orang yang berperan sebagai pelaku utama pengeroyokan terhadap korban hingga berujung tewas, sedangkan pelaku penyiraman air keras kepada korban masih diburu. Nasriadi mengatakan admin medsos gangster ikut diringkus.
"RM ini adalah sebagai admin dari medsos yang namanya Samudra. Dia adalah aktor intelektualnya yang mengajak, yang memposting, memprovokasi, kemudian melakukan bujuk rayu, dan salah satu pelaku, dia juga pelaku pembacokan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia, ini adalah orangnya," jelasnya.
"Sedangkan ini adalah namanya A, dia adalah admin dari medsos namanya Batavia. Juga mengajak, mengajak kawan-kawannya, mengajak anak-anak. Jadi mereka berdua ini adalah admin, mengajak anak-anak untuk melakukan tawuran. Dan dua admin lagi adalah anak-anak yang mereka berhadapan dengan hukum," imbuhnya.
(wnv/ygs)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.