Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ubah Air Berkarat Jadi Layak Konsumsi, TEP Unpad Bangun 6 Instalasi di Fakfak

Masyarakat Fakfak kini menikmati akses air bersih berkat enam Instalasi Pengolahan Air dari TEP Unpad.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Ubah Air Berkarat Jadi Layak Konsumsi, TEP Unpad Bangun 6 Instalasi di Fakfak
Foto: Detik

Jakarta -

Masyarakat Fakfak kini dapat menikmati akses air bersih. Fasilitas ini berasal dari enam Instalasi Pengolahan Air buatan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad). Instalasi tersebut mengolah air dari sumur-sumur bor buatan TNI.

Selama ini, warga kawasan Bomberay-Tomage menghadapi masalah kelayakan air konsumsi. Kepala Kampung Wonorejo, Aan menjelaskan kondisi tersebut pada Sabtu (17/10). Air sumur warga tampak jernih saat ditimba. Namun, air tersebut berbau karat dan menyisakan endapan pekat setelah didiamkan.

Keluhan itu sejalan dengan hasil kajian TEP Unpad dan Puskesmas Bomberay sejak Agustus 2026. Tim menguji parameter air, mengukur tinggi muka air tanah, dan memetakan kondisi air di sejumlah titik. Hasilnya, tingkat keasaman (pH) air di kawasan itu cukup ekstrem.

"Kadar pH air di salah satu lokasi mencapai 5,2. Di Tomage bahkan berkisar di angka 4. Karena itu, warga membutuhkan teknologi pengolahan air yang mudah diterapkan dan dirawat. Kami mengembangkan WTP Pasoepati Padjadjaran sebagai solusi. Alat ini tidak hanya menyaring air, tetapi juga menaikkan pH agar layak dikonsumsi," jelas Ketua TEP Unpad, Dr. Eddy Renaldi dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Hal tersebut ia katakan saat serah terima instalasi di Fakfak, Papua Barat, Senin (26/10).

Program ini melengkapi fasilitas sumur bor bantuan TNI di kawasan Bomberay-Tomage. TNI menyediakan akses sumber air, sedangkan TEP Unpad meningkatkan kualitas airnya sesuai standar kesehatan.

Sepanjang Oktober 2026, tim melakukan uji coba lapangan dan memasang instalasi di enam kampung. Keenam lokasi tersebut adalah Mekarsari, Thessa, Onim Jaya, Mbima Jaya, Wonorejo, dan Pinang Agung. Pemasangan ini didukung oleh aparat TNI dan pemerintah kampung setempat. Tim kemudian mengadakan sosialisasi tata kelola pada Minggu (25/10) dan menyerahkan instalasi pada hari berikutnya.

Penyediaan fasilitas ini menjawab sorotan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8/2026) lalu.

"Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah, berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih," ujar Prabowo.

Langkah TEP Unpad juga sejalan dengan arahan Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam rilis resmi (26/8), AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur wilayah harus berbasis riset, data, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Prinsip serupa ditekankan oleh Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam Rapat Hasil Reviu TEP 2025 di Jakarta (28/4).

"Kita harus memikirkan bagaimana anggaran ini memberikan multiplier effect yang maksimal," tegasnya.

Ke depan, harapannya fasilitas ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung kesehatan, serta menunjang kebutuhan sehari-hari. Melalui pengelolaan berbasis masyarakat dan koperasi desa, instalasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian air bersih yang berkelanjutan di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage.

(ega/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.