Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Wamensos Agus Jabo Dukung Usulan Wartawan Udin Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo mendukung pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) sebagai Pahlawan Nasional, menghargai perjuangannya dalam kebebasan pers dan jurnalistik

Detik 3 menit baca 0 komentar
Wamensos Agus Jabo Dukung Usulan Wartawan Udin Jadi Pahlawan Nasional
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendukung usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin. Hal ini didasari rekam jejak Udin yang dibunuh pada 1996 karena tulisan-tulisannya yang mengkritik keras terkait dugaan transaksi jabatan antara seorang petinggi militer dengan anggota keluarga penguasa Orde Baru.

Menurut Agus Jabo, perjuangan Udin dalam menyuarakan kebenaran melalui profesi jurnalistik dan memperjuangkan kebebasan pers memiliki kontribusi penting bagi bangsa dan negara.

"Saya mendukung siapa pun yang sudah berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara, kepentingan rakyat Indonesia," kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diikuti secara daring dari Jakarta, hari ini.

Agus Jabo menjelaskan pengusulan Pahlawan Nasional merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Dalam beleid tersebut, pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus memperhatikan tiga aspek, yaitu personal, administrasi, dan prosedural. Ketiga aspek tersebut menjadi persyaratan agar proses pengusulan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Agus Jabo menyampaikan PWI dapat mengajukan usulan melalui Pemerintah Kabupaten Bantul. Pemerintah daerah selanjutnya perlu membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk mengkaji riwayat hidup, jasa, dan perjuangan Udin.

Hasil kajian tersebut akan diteruskan ke tingkat provinsi sebelum diajukan kepada Kementerian Sosial untuk diproses sesuai tahapan yang berlaku.

Agus Jabo juga menyebut buku, kliping pemberitaan, dan bukti pendukung lainnya sebagai bahan yang dapat memperkuat pengusulan Udin.

Selain pengusulan gelar pahlawan, Agus Jabo juga menyampaikan gagasan untuk mengabadikan nama Udin sebagai nama jalan atau gedung sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya.

Agus Jabo menjelaskan proses penganugerahan Pahlawan Nasional tahun 2026 telah selesai dan usulan yang diproses tahun ini telah berada di meja Presiden. Karena itu, ia mendorong agar pengusulan Udin dipersiapkan untuk tahun berikutnya dengan memulai proses sejak sekarang.

"Jadi silakan diproses, teman-teman PWI, bekerja sama dengan tim yang ada di Bantul. Nanti saya tunggu di Kemensos setelah melalui proses di tingkat kabupaten dan provinsi," katanya.

Senada, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, juga mendukung Pemerintah Kabupaten Bantul terhadap pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional di bidang jurnalistik. Menurutnya, perjalanan hidup dan pengabdian Udin menjadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Bantul yang patut dikenang.

Abdul Halim menilai keberanian, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab Udin dalam menjalankan profesi wartawan menjadi nilai yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Perjuangan Udin dalam menyampaikan fakta secara jujur juga menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan pers di Indonesia.

Abdul Halim menegaskan pengusulan gelar Pahlawan Nasional perlu didukung dokumentasi sejarah, kajian akademis, kesaksian sejarah, serta bukti autentik yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Kabupaten Bantul siap mengikuti proses pengusulan sesuai mekanisme dan kewenangan pemerintah pusat.

"Penghormatan tertinggi kita kepada almarhum Udin tidak hanya berhenti pada pengusulan gelar pahlawan semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui dukungan terhadap kemerdekaan pers dan perlindungan keselamatan bagi para wartawan," pungkasnya.

Sebagai tambahan. seminar tersebut turut dihadiri oleh Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua PWI DIY Hudono, serta narasumber Prof. Dr. Muhammad Najib Askar, Putut Wirjawan, Ahmad Subagio, dan Octo Lampito.

Seminar juga diikuti oleh para sejarawan, budayawan, akademisi, pelajar, tokoh agama, serta unsur instansi terkait.

(akd/akd)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.