Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Wanita di Bontang Rekayasa Hamil dan Kuburkan Anak, Takut Dicap Tak Bisa Hamil

Viral seorang ibu di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), mengaku hamil hingga menggelar pemakaman bayi.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Wanita di Bontang Rekayasa Hamil dan Kuburkan Anak, Takut Dicap Tak Bisa Hamil
Foto: Detik

Bontang -

Viral seorang ibu di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), mengaku hamil hingga menggelar pemakaman bayi. Belakangan terungkap bungkusan kain kafan yang sempat dikuburkan warga rupanya berisi bantal dan guling, bukan jasad bayi.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, pada Rabu (28/10/2026). Kasus ini sempat viral di media sosial setelah warga menemukan bungkusan yang diduga jasad bayi ternyata hanya berisi bantal.

Kasi Humas Polres Bontang Dany Purwantoro mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan mengklarifikasi informasi yang beredar terkait dugaan bayi meninggal dunia setelah dilahirkan di RS Yabis Bontang.

"Hasil penyelidikan mengungkap fakta berbeda. Berdasarkan keterangan para pihak dan hasil penelusuran, Sdri AR tidak terdaftar sebagai pasien RS Yabis Bontang dan tidak pernah mendapatkan penanganan medis terkait persalinan di rumah sakit tersebut," kata Dany dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan hasil klarifikasi, peristiwa tersebut diakui sebagai rekayasa yang dilakukan oleh AR bersama suaminya berinisial DN. Pasangan suami istri (pasutri) itu sengaja membuat cerita kehamilan hingga kabar kematian bayi. Aksi tersebut dilakukan karena AR takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarga maupun keluarga mertuanya.

"Hal tersebut dilakukan karena AR takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarga maupun keluarga mertuanya," jelasnya.

Sebelumnya, AR mengaku telah hamil selama kurang-lebih 10 bulan. Dia kemudian mengabarkan kepada keluarga bahwa bayinya meninggal dunia saat proses persalinan.

Kecurigaan warga dan tokoh agama setempat muncul ketika prosesi pemakaman berlangsung. Warga kemudian meminta bungkusan yang telah dikafani tersebut dibuka sebelum dikuburkan.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.