Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Anggota DPR Usul Tunda Pemberangkatan Umrah Jika Serangan Houthi Makin Parah

Serangan Houthi ke Saudi meningkat belakangan ini. Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, meminta pemerintah memberi perhatian khusus terkait kondisi tersebut.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Anggota DPR Usul Tunda Pemberangkatan Umrah Jika Serangan Houthi Makin Parah
Foto: Detik

Jakarta -

Serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi meningkat belakangan ini, termasuk yang mengarah ke Makkah dan Madinah. Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, meminta pemerintah memberi perhatian khusus terkait kondisi tersebut.

"Kita sih menghimbau ya supaya pemerintah memberikan atensi penuh begitu. Karena Houthi ini semakin lama semakin masif eh penyerangannya ke Arab Saudi, dan itu juga sudah menimbulkan korban hingga tewas," kata Nurul di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (25/10/2026).

Dia mengatakan pemerintah harus berupaya menjaga keselamatan jemaah umrah asal Indonesia. Dia khawatir serangan Houthi mengganggu pelayanan terhadap jemaah umrah asal Indonesia.

"Jemaah-jemaah kita yang berangkat entah itu untuk umrah begitu, ini juga bisa terkendala," ujarnya.

Dia juga mengatakan pemerintah dapat menghentikan sementara pemberangkatan umrah jika serangan Houthi semakin parah. Dia mengatakan hal tersebut bisa dilakukan dengan alasan keselamatan.

"Kami berharap ya kalau situasinya semakin genting, Kemlu dalam hal ini bisa melakukan moratorium untuk pemberangkatan jemaah umrah," katanya.

Dia mengatakan saat ini pemerintah dapat mengatur agar perjalanan jemaah umrah dari Indonesia menghindari daerah rawan serangan Houthi. Salah satunya dengan penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeddah atau Madinah.

"Kalau tidak, antisipasinya seperti apa, begitu. Apakah penerbangannya bisa langsung ke ke tempat tujuan, misalnya ke Jeddah begitu, Jeddah kemudian ke Makkah ataupun langsung ke Madinah, begitu. Jadi tidak usah transitnya terlalu banyak di mana-mana, tapi fokus aja," katanya.

Sebelumnya, Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi merilis peringatan 'potensi bahaya' untuk empat provinsi di bagian barat wilayahnya, termasuk kota suci Makkah, pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Alasan di balik peringatan bahaya itu tidak diungkap ke publik.

Peringatan bahaya itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10), juga mencakup Jeddah yang merupakan kota besar di tepi Laut Merah, kemudian Taif, dan pusat industri minyak pesisir Yanbu. Peringatan bahaya itu telah dicabut beberapa menit setelah dirilis. Peringatan bahaya itu menginstruksikan warga setempat untuk 'segera menuju ke tempat aman terdekat'.

Pada Rabu (21/10), koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan setidaknya lima drone yang terdeteksi mengarah ke Wilayah Timur Saudi dan ke kota suci Madinah.

Terbaru, beberapa bagian dari rudal Houthi yang dicegat Saudi jatuh di Wadi Al-Mughammas, yang berjarak 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah, yang merupakan tempat paling suci bagi umat Islam.

(haf/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.