JAKARTA, iNews.id -Danantara Indonesia telah menutup dan merampingkan 364 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi hingga hari ini. Langkah ini dieksekusi untuk menghentikan kerugian keuangan masa lalu sekaligus mengawal pencapaian target laba bersih konsolidasi prospektif sebesar Rp360 triliun pada tahun ini.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menekankan soal pembersihan massal terhadap entitas anak dan cucu usaha pelat merah tersebut merupakan bagian dari perombakan struktur korporasi terbesar yang pernah dijalankan di Indonesia. Manajemen menegaskan tindakan tegas ini menjadi kunci utama untuk menyaring perseroan yang benar-benar berdaya laba sehat.
"Hingga hari ini, Danantara telah berhasil merampingkan dan menutup 364 perusahaan BUMN yang merugi atau tidak efisien demi menyederhanakan 1.074 perusahaan hingga nantinya berada di bawah 200 entitas," ujar Dony dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Jakarta, Senin (26/10/2026).