Madiun -
Dwi Bagus tega membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya, di Madiun, Jawa Timur. Pelaku juga membakar dan memasukkan jasad korban ke dalam penggilingan daging.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Dwi Bagus tega membunuh istri siri, Dini Hardiyanti dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya, di Madiun, Jatim. Pelaku juga membakar dan menggiling jasad korban.
Madiun -
Dwi Bagus tega membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya, di Madiun, Jawa Timur. Pelaku juga membakar dan memasukkan jasad korban ke dalam penggilingan daging.
"Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut," tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Roy H M Sihombing di Mapolda Jatim, seperti dilansir detikjatim, Senin (26/10/2026).
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menambahkan, Dwi Bagus awalnya mencekik Dini hingga tewas di sebuah hotel di madiun. Sementara anak korban yang berusia 4 tahun dibunuh di lokasi berbeda.
"Dibunuh dengan cara mencekik, dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama tapi beda tempat di dalam mobil," kata Jumhur.
Dini dan anaknya awalnya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Dwi Bagus ikut melaporkan kehilangan polisi.
Polisi yang menyelidiki kasus ini akhirnya berhasil menangkap Dwi Bagus di wilayah Jombang, Jawa Timur pada Minggu (25/10/2026) malam.
Setelah menangkap Dwi, penyidik berencana membawa Dwi Bagus untuk pengembangan kasus di wilayah Kota Madiun. Polisi akan menelusuri lokasi yang diduga menjadi tempat pembunuhan Dini dan anaknya, termasuk sebuah hotel di Madiun.
Selain itu, penyidik juga akan mendalami lokasi yang diduga digunakan tersangka untuk membakar jasad kedua korban setelah pembunuhan.
"Hari ini kita mau mengembangkan pengakuan tersangka di wilayah Madiun kota, kita kembangkan terkait tempat eksekusi di hotel Madiun Kota, lalu tempat mohon maaf ini agak sadis ya di tempat tersangka membakar dua korban," katanya.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.