Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ibas Dorong Santri Kendal Kuasai Ilmu Agama dan Keterampilan Kerja

Wakil Ketua MPR Ibas dorong santri tingkatkan ilmu agama dan keterampilan kerja. Sinergi pesantren dan BLK penting untuk peluang pendidikan dan kerja.

Detik 5 menit baca 0 komentar
Ibas Dorong Santri Kendal Kuasai Ilmu Agama dan Keterampilan Kerja
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong para santri memperkuat ilmu agama, karakter, dan keterampilan kerja agar mampu menghadapi tantangan zaman. Ia menilai sinergi pesantren dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia industri penting untuk memperluas kesempatan pendidikan serta membuka peluang kerja bagi lulusan pesantren.

"Jadilah anak-anak pesantren yang terampil, cerdas, dan mandiri," pesan Ibas dalam kegiatan Santri dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Pondok Pesantren Manba'ul Hikmah, Kaliwungu, Kendal, Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) tersebut, Ibas menekankan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa. Selain menjadi tempat mendalami ilmu agama, pesantren berperan menanamkan nilai moral, membangun karakter, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.

Ibas mengingatkan para santri bahwa keberhasilan meraih cita-cita membutuhkan doa, kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan. Ia juga berpesan agar mereka menghormati orang tua serta guru, termasuk kiai dan nyai yang membimbing selama menempuh pendidikan.

Menurutnya, lulusan pesantren memiliki kesempatan berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, hingga industri. Karena itu, santri perlu terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pesantren dan BLK Perlu Bersinergi

Ibas mengapresiasi peran Pondok Pesantren Manba'ul Hikmah dalam mendidik santri sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Ia berharap pesantren terus meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pembelajaran serta membuka kesempatan bagi santri untuk mengembangkan kompetensi.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama dengan BLK, lembaga pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Menurut Ibas, keterampilan praktis semakin dibutuhkan seiring perubahan kebutuhan dunia kerja.

Santri, kata dia, perlu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, keterampilan teknis, pemahaman teknologi, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja profesional.

"Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang efisien, efektif, dan produktif," ujarnya.

Ibas berharap kolaborasi pesantren, lembaga pelatihan kerja, dan institusi pendidikan dapat membuka peluang beasiswa, magang, pelatihan, serta bentuk kerja sama lainnya. Dengan begitu, lulusan pesantren memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

Kepala BLK Kabupaten Kendal Hendro Setiyo Utomo menjelaskan pelatihan di BLK mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bekal bagi peserta untuk memasuki dunia usaha dan industri.

Hendro menilai santri memiliki keunggulan berupa keterampilan teknis, karakter, dan nilai spiritual yang dapat mendukung integritas serta ketahanan mental saat bekerja.

"Kalau santri ada tambahan satu lagi, spiritual skill," ujar Hendro.

Pimpinan yayasan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Hikmah KH Basyar Rohman turut hadir bersama para pengajar, pembina, dan santri. Peran pesantren dinilai penting untuk memastikan pengembangan keterampilan kerja berjalan beriringan dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter.

Ibas juga menilai Kabupaten Kendal memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari kawasan industri, pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengembangan potensi tersebut perlu disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Soroti Lapangan Kerja dan Perlindungan Pekerja

Dalam sesi tanggapan, Ibas menyoroti persoalan ketenagakerjaan, termasuk kebutuhan memperluas kesempatan kerja, menjaga keberlangsungan industri, dan memberikan perlindungan kepada pekerja.

Ia menegaskan pentingnya mengawal kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja serta mendorong hubungan industrial yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.

Ibas turut menyoroti daya saing industri nasional, khususnya sektor tekstil dan garmen yang melibatkan banyak pekerja serta pelaku usaha skala kecil. Menurutnya, tantangan industri perlu ditelaah secara menyeluruh dengan mempertimbangkan struktur pembiayaan, beban operasional, kondisi pasar, dan faktor lain yang memengaruhi keberlangsungan perusahaan.

Upaya penyelesaian persoalan industri, lanjutnya, tetap harus memperhatikan hak pekerja dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menanggapi aspirasi peserta mengenai kendala keuangan dan restrukturisasi kewajiban perusahaan yang berdampak pada keberlangsungan usaha serta penyerapan tenaga kerja, Ibas menyatakan akan mempelajari persoalan tersebut lebih lanjut. Ia juga berkomitmen mengawal kebijakan terkait pembukaan lapangan kerja, keberlangsungan industri, dan perlindungan pekerja melalui pembahasan dengan pihak serta komisi terkait sesuai kewenangan.

"Yang menginginkan agar industri tekstil dan garmen nasional kita mendapatkan ruang untuk terus berkembang, untuk terus maju, untuk terus diberdayakan dan diperhatikan," ungkapnya.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, seorang santriwati bernama Hilda menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia menilai bantuan tersebut bermanfaat bagi dirinya dan para penerima lainnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Ibas karena telah berikan bantuan ini, yang mana bantuan itu sangat bermanfaat sekali untuk saya dan semuanya, untuk kita semua," ujar Hilda.

Hilda berharap semakin banyak pihak dan daerah memperoleh program serupa. Ia juga mengapresiasi motivasi dan arahan yang diberikan karena dinilai dapat mendorong santri menjadi lebih berdaya dan berkualitas.

Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Selain membahas pendidikan dan ketenagakerjaan, Ibas mengajak masyarakat menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di tengah berbagai tantangan global. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter, semangat gotong royong, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam pendidikan generasi muda.

Menurut Ibas, santri memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat, menghormati keberagaman, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia mengingatkan para santri tentang pesan khairunnas anfa'uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

"Kalau kita belum bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat, minimal kita memberikan manfaat yang sedikit yang bisa kita lakukan secara terus-menerus," pesannya.

Ibas berharap santri Kendal tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa, termasuk pengangguran dan penguatan kemandirian ekonomi.

Menutup sambutannya, Ibas menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Hikmah, para pengajar, pembina, santri dan santriwati, serta pihak BLK yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi pesantren, lembaga pelatihan, pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia industri terus diperkuat untuk membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda.

"Tujuan besar kita adalah bagaimana membuat negara kita lebih maju dan lebih sejahtera," tutup Ibas.

(ega/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.