Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kemenag Gagas Program 1.000 Doktor Ma’had Aly, Fokus pada Kualitas Pendidikan Pesantren

Ditjen Pesantren Kemenag menggagas program pengembangan 1.000 dokter Ma’had Aly yang rencananya akan berlangsung mulai 2027-2031.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Kemenag Gagas Program 1.000 Doktor Ma’had Aly, Fokus pada Kualitas Pendidikan Pesantren
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Untuk memperkuat pendidikan tinggi pesantren, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menggagas program pengembangan 1.000 dokter Ma’had Aly. Program itu akan berlangsung mulai 2027-2031. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kemenag Basnang Said menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap pemetaan kebutuhan dosen dan potensi lulusan di 95 Ma’had Aly yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut dia, pengembangan sumber daya manusia Ma’had Aly butuh perencanaan matang. 

Termasuk perencanaan jangka menengah yang terukur. Karena itu, pemetaan tidak cukup dengan mencatat jumlah dosen, melainkan juga harus mengidentifikasi kebutuhan tenaga pengajar berdasar bidang keilmuan, jumlah mahasantri, kualifikasi akademik, dan potensi alumni yang dapat dipersiapkan menjadi dosen.

”Kita harus ada peta kebutuhan dosen kita selama lima tahun dan kita perjuangkan,” kata Basnang dalam keterangannya pada Sabtu (7/11). 

Dari pemetaan itu, Ditjen Pesantren Kemenag bisa menjajaki kerja sama pembiayaan pendidikan lanjutan dengan menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui pendekatan itu, kesempatan melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktor akan lebih sesuai dengan kebutuhan.

Basnang mencontohkan kebutuhan tenaga pengajar pada bidang sejarah peradaban Islam, hadis, fikih, dan tafsir yang memiliki karakteristik berbeda antarlembaga. Kebutuhan itu sekaligus menegaskan bahwa alokasi kesempatan studi perlu mempertimbangkan kebutuhan riil masing-masing program studi.

Karena itu, Basnang mengusulkan agar lulusan potensial Ma’had Aly mulai diidentifikasi dan dipersiapkan untuk mengikuti program pendidikan lanjutan. Langkah tersebut perlu disertai kesepakatan dengan lembaga asal. Sehingga peningkatan kualifikasi akademik memberikan manfaat langsung.

”Sekarang kami petakan 95 Ma’had Aly itu, kami pasang program 1.000 doktor Ma’had Aly,” imbuhnya.

Dalam keterangan yang sama, Basnang menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tinggi pesantren. Menurut dia, Ma’had Aly perlu memiliki fasilitas akademik yang lebih representatif untuk mendukung kegiatan perkuliahan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hingga saat ini sebagian Ma’had Aly masih menggunakan ruang pembelajaran secara bergantian dengan satuan pendidikan lain di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar penyelenggaraan pendidikan tinggi memiliki fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan akademiknya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.