Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan. (Kementerian PU)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Kementerian PU membangun 100 Sekolah Rakyat di 32 provinsi. Nantinya seluruh sekolah tersebut bisa menampung hingga 122.000 siswa.
Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan. (Kementerian PU)
JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 100 Sekolah Rakyat di 32 provinsi. Nantinya seluruh sekolah tersebut bisa menampung hingga 122.000 siswa. Pembangunan ini masuk dalam proyek tahap II. Total Kementerian PU akan menyerap 97.000 tenaga kerja lokal. Mereka berasal dari warga di desa dan kecamatan sekitar lokasi proyek. Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, penyerapan tenaga kerja lokal ini untuk membuka kesempatan kerja dan menambah pendapatan keluarga para pekerja setempat. “Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak dan modern. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (26/10). Baca Juga: Prabowo Gelontorkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Karhutla Sumsel, Total 15 Daerah Terima Bantuan Pembangunan ini juga turut dibantu oleh Batalyon Teritorial Pembangunan TNI AD. Pelibatan ini guna mempercepat penyelesaian pembangunan di wilayah tertentu, termasuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain menyerap tenaga kerja, pembangunan Sekolah Rakyat juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kebutuhan bahan material lokal, penyediaan katering untuk konsumsi harian pekerja, serta jasa transportasi. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan setelah sekolah beroperasi, tetapi juga sejak proses konstruksi berlangsung. Satu Sekolah Rakyat Tahap II bisa menampung siswa hingga 1.260 orang. Jumlah ini telah ditingkatkan dari kapasitas sebelumnya 1.080 siswa. Dody menjelaskan, dengan semangat Pasal 34 UUD 1945, pembangunan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan menjadi salah satu kunci memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah, bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, dikasih fasilitas yang megah. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” jelasnya. Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini tidak hanya menghadirkan ruang kelas, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan dalam satu kawasan. Setiap lokasi dilengkapi tiga gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa putra dan putri, rusun guru, kantin dan dapur, gedung serbaguna, masjid dan rumah ibadah, serta guest house. Untuk menunjang keamanan dan aktivitas siswa, kawasan sekolah juga dilengkapi sistem CCTV, lapangan upacara, serta fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola atau mini soccer dan basket.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.