JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah stabilisasi nilai tukarrupiah di tengah tekanan pasar keuangan global akibat tingginya harga minyak mentah dunia. Selain melakukan intervensi di pasar valuta asing, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, bank sentral terus hadir di pasar untuk menjaga pergerakan rupiah tetap sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.
"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya, terutama di tengah tingginya harga minyak dunia yang berada di atas level 115 dolar AS per barel," kata Erwin dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).