JawaPos.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Trilogi yang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, mulai membubarkan diri sejak pukul 18.00 WIB.Â
Sebelum meninggalkan lokasi, massa sempat membentangkan spanduk besar berisi kritik tajam terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia serta menyanyikan lagu "Tanah Airku" dan "Sayonara".
Meski sebagian elemen mahasiswa telah berangsur meninggalkan lokasi, ratusan massa aksi dari berbagai aliansi lainnya terpantau masih bertahan di kawasan tersebut.
Situasi terkini demonstrasi di depan UOB, Jakarta Pusat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Mereka masih mencoba menembus barikade pengamanan gabungan TNI dan Polri untuk menuju titik kumpul utama di kawasan Bundaran HI.
Penjagaan Berlapis Aparat Gabungan
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Rabu (28/10) malam, gelombang massa dari berbagai kampus seperti UHAMKA, UNINDRA dan massa yang mengenakan atribut serba hitam masih bertaham di depan gedung UOB.
Suasana sempat diwarnai ketegangan tatkala aksi saling dorong terjadi, disertai pembakaran pembatas jalan, ban, dan spanduk oleh massa aksi.
Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan menerapkan pola pengamanan berlapis di ruas jalan protokol tersebut. Personil kepolisian berdiri di barisan terdepan yang berhadapan langsung dengan demonstran, sementara jajaran TNI bersiaga di lapis kedua guna mencegah massa menembus kawasan Bundaran HI.
Suarakan Gerakan #IndonesiaSadar dan Bawa 5 Tuntutan
Aksi demonstrasi yang mengusung tagar #IndonesiaSadar ini merupakan bentuk kritik terbuka terhadap berbagai persoalan nasional. Melalui akun resminya, BEM UI menyatakan bahwa unjuk rasa digelar karena kebijakan pemerintah dinilai berjalan tanpa kendali dan mencederai ruang demokrasi warga negara.